Minggu, 19 April 2015

Jam gadang

Jam Gadang merupakan sebuah bangunan bersejarah yang terletak di pusat kota Bukittinggi dan merjadi mascot atau ikon utama bagi masyarakat sekitar. Jadi tidak heran anda akan direkomendasikan untuk mengunjungi objek wisata jam gadang ketika baru pertama kalinya berkujung ke daerah tersebut.
Berdasarkan sejarahnya, Objek wisata Jam Gadang ini di bangun sekitar tahun 1826 yang di peruntukan untuk sekertaris kota Bukittinggi yang bernama Rook Maker dari Ratu Belanda, Controleur. Bangunan ini mempunyai tinggi sekitar 26 meter yang dihiasi dengan pemandangan jam dinding besar di setiap sisinya. Sultan Gigi Ameh dan Yasin merupakan dua orang arsitek yang di tujukan untuk membangun jam gadang dengan biaya pembangunan sekitar 3 ribu gulden pada masa itu.
Selama objek wisata jam gadang berdiri di pusat pemerintahan Bukittinggi, bagunan ini telah mengalami 3 kali renovasi pada bagian atapnya. Di mana pada zaman Belanda, atap dari jam gadang ini mempunyai bentuk yang bulat dengan sebuah objek patung ayam jantan berdiri di atasnya. Pada zaman penjajahan negara Jepang di Indonesia, mereka kemudian merubah penampilan atapnya dengan bentuk seperti atap klenteng. Dan ketika Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, atap dari jam gadang tersebut di rubah dengan bentuk seperti atap rumah adapt minangkabau.
Jika anda perhatikan dengan lebih seksama, anda akan melihat bulatan jam dinding yang menghiasi bangunan tersebut dengan diameter 80 cm. Anda pun pasti akan bertanya – tanya ketika melihat angka empat pada jam tersebut yang terbilang cukup unik dengan lambang IIII, hal tersebut karena mereka belum mengenal huruf romawi IV pada saat pembangunan jam gadang.
Selain para wisatawan dapat menikmati bangunan bersejarah jam gadang di kota bukittinggi, mereka juga dapat menikmati kawasan sekitar objek wisata dengan menggunakan kendaraan tradisional masyarakat sekitar seperti andong atau yang lebih dikenal dengan nama Bendi. Biaya yang dikeluarkan untuk menaiki kendaraan tersebut pun cukup murah, mulai dari 25 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah tergantung pintarnya anda melakukan negosiasi harga.
Di dekat objek wisata jam gadang anda pun dapat berkunjung ke Pasar Atas untuk mencari berbagai macam pernak pernik ataupun benda – benda kerajinan khas Bukit tinggi. Namun pasar tersebut biasanya akan ramai menjajakkan jualannya pada hari Minggu, Rabu dan Sabtu, dengan harga yang jauh lebih murah dari tempat – tempat berbelanja lainnya.

Sumber : http://indonesiaexplorer.net/objek-wisata-jam-gadang-bukittinggi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar